-->

Share This Post

ads here

How To Basic, Kickstarter Dunia IT

advertise here
Memulai hari yang indah menjadi pengangguran setelah kalian lulus sekolah. Sering saya menemukan orang-orang yang ingin belajar koding tapi selalu menunda-nunda waktu belajarnya hingga saat ini belum bisa menunjukan hasil yang maksimal. Ya, harapan mereka adalah setelah lulus, bisa kerja enak - nikah - punya anak - kelar. Pertanyaannya apakah hal itu benar?
Mari kita definisikan terlebih dahulu apa itu “Kerja Enak”. Kerja Enak merupakan serangkaian peristiwa dimana seseorang bisa mendapatkan kerja dengan mudah, gaji yang maksimal dan kerja yang minim. Orang yang memiliki pendirian seperti ini biasanya adalah orang yang belajar apa adanya.

Saya sudah melihat banyak orang gagal akibat kelalaian mereka sendiri sewaktu sekolah bahkan setelah bekerja padahal saya mengenal baik orang-orang itu.
Question: Apa yang pertama kali keluar dibenak kalian jika mendengar “Wah, dia anak IT” ?
Kalau bagi ibu-ibu biasanya “Anaknya pinter” atau “IT apaan atuh?” atau “Kerjanya enak dong”.
Ya, saya bisa mengatakan ini karena mendengarnya langsung.
Sekarang saya coba pertanyaan sederhana,
“Berapa pekerja IT lulusan SMK tiap tahun yang terserap ke dunia industri?”
Ya, kita tidak memiliki data yang akurat tentang itu, namun bisa lihat ini : https://kumparan.com/angga-sukmawij...
Disitu dikatakan kalau lulusan SMK menduduki peringkat tertinggi dalam angka pengangguran dan bukan hanya itu, penyebabnya bukan lain hanya karena Soft Skill.
Saya persingkat saja, menurut mbah Wikipedia :
“Soft skills are a combination of interpersonal people skills, social skills, communication skills, character traits, attitudes, career attributes, social intelligence and emotional intelligence  quotients among others that enable people to effectively navigate their  environment, work well with others, perform well, and achieve their  goals with complementing hard skills.”

Singkatnya begini, Soft Skill itu kemampuan bicara kita. Sampai sini sudah paham?
Oke, balik lagi ke masalah pengangguran 7% itu sudah termasuk SMK bidang IT kan? yap benar. Ga perlu basa basi lagi, emang lulusan SMK begitu kok rata rata. Jika di sekolah saya, hanya kurang dari 1/4 jumlah siswa yang balik ke dunia IT, rata rata dari mereka mencoba hal lain atau mungkin lagi nyoba bikin How To Basic lainnya.
Tanyakan ini pada diri kalian sendiri, Kalian masuk dunia IT buat apa sih? keren kerenan gitu? kalian mau dibilang pinter? kalian mau nikmatin selamanya main komputer karena kecanduan game? kalian mau kerja enak?
Jika kalian masih berpikir bahwa dunia IT itu enak, kerjanya nyantai, cepet cepet kalian sekarang cuci muka dan lihat kenyataan yang nanti menghampiri.
Selamat Datang di Dunia IT

Kalau kalian sudah bisa melihat kenyataan, mari kita lanjutkan saja. Yang saya ucapkan barusan adalah kenyataan :
✔ Dunia IT itu keren ✔ Mau dibilang pinter yah emang kebetulan rajin ✔ Nikmatin selamanya main komputer, kenyataan ✔ Profit besar
Namun ada hal yang tidak bisa kita lewati bahwa jika kalian masuk dunia IT, kalian harus bersiap siap belajar tak berhenti. Dunia IT bukanlah seperti dunia kantoran, kalian kerja ngatur-ngatur data, ngurus laporan, dll. Karena bekerja di dunia IT adalah Mencari Solusi.
Ya, kalian bekerja untuk mencari solusi.
Teknologi ada untuk apa? memudahkan manusia melakukan pekerjaan kan?
Misal kalian jadi tukang servis komputer, tukang servis itu benerin komputer yang rusak kan? mencari solusi.
 
Misal kalian jadi programmer, kerjaannya kan bikin software, softwarenya untuk apa? mencari solusi.
Misal kalian jadi desainer grafis, kalian bikin poster, posternya untuk apa? mencari solusi.
Sampai sini paham ora? pasti ga yah, ga jelas soalnya wkwkwk....
Oke kita hanya perlu tau bahwa pekerja dunia IT dituntut mencari solusi, bahkan pekerja apapun sebenarnya dituntut hal yang sama. Namun pekerja IT memecahkan masalah dengan teknologi yang sedang berkembang.
Karena kalian sudah siap untuk masuk dunia IT, mari kita mulai saja Kickstarter-nya.
Dunia IT memiliki banyak sub-bidang yang beragam dan tak terlepas dari dunia bisnis juga. Mari kita bahas satu per satu.

Bisa Menjadi Apa Kita di Era serba Digital
Saya bagi saja menjadi 4,
1.Founder
Founder? kayak profesor gitu penemu barang? yap kurang lebih gitu, namun dalam bidang dan hal yang berbeda. Kamu tau perusahaan Startup Digital? tau BukaLapak? tau Go-Jek? tau Uber? nah itu... kamu bisa menjadi salah satu founder dari perusahaan tersebut. Apa bedanya Perusahaan Biasa dan Perusahaan Startup? Well, bedanya cukup sederhana, Perusahaan Biasa ada bentuk fisik produknya kayak Mall atau KFC. Kalau perusahaan Startup Digital itu ga punya bentuk fisik produknya contoh BukaLapak... ada toko nya ga? ga ada kan? untuk lebih lengkapnya silahkan pelajari disini Gerakan 1000 Startup Digital. Kalau kamu sudah merasa mumpuni untuk menjadi founder, yuk tes dulu Kibar.id.
2.Hacker alias Developer
Developer? pengembang? wew... kalau kata orang sih, kayaknya keren gitu soalnya bahasa asing wkwkwkw... tapi cukup menarik bukan? dulu kalian penikmat, atau dulu kalian player game, sekarang bisa jadi pembuatnya? mimpi ga? ya mimpi aja yang banyak. Yah intinya sih Developer itu pengembang kurang lebih yah kayak Programmer tapi bedanya Developer berdiam diri fokus ngerjain satu produk dan di kembangin terus, kalau Programmer lebih mirip ke Freelancer. Tapi intinya sih sama aja.
3.Hipster alias Designer
Kalau ini kayaknya ga perlu di bahas, udah pada tau semua yah desainer apaan. Bikin desain poster, logo, karikatur, art, dan lain lain. Yah lihat aja deh web Google Design, isinya desain material semua untuk mempercantik diri.
4.Hustler alias Digital Marketer
Entah itu master promosi, entah dia jago nulis, entah dia jago nipu, semua masuk kesini. Tanpa ada orang ini, wah ga bakal jalan perusahaan digitalnya. Lah kalau misalkan kita mau jualan tapi yang promosiin aja payah siapa yang mau beli barang kita coba? Ini nih pekerjaan paling di butuhin perusahaan. Bedanya ama tukang marketing biasa yah kalau ini dia jago analisis keadaan pasar dunia maya.
Setelah kita mengetahui hal di atas, lalu apa? well, bisa kalian tentuin sendiri kalian mau jadi yang mana.
Alasan Angka Pengangguran disebabkan karena Soft Skills
Saya lihat lihat memang anak-anak SMA sudah dilatih dari sekolahnya untuk berwirausaha. Di beberapa SMK memang sudah diterapkan, namun mungkin kurang efektif karena hanya murid-murid yang rajin saja yang mendapat kesempatan.
Dunia industri membutuhkan pekerja yang sudah siap dilatih untuk menghadapi pekerjaannya, memiliki etika dan sopan santun juga hal penting. Mungkin itulah alasan diadakannya Interview bukan hanya melihat kemampuan, tapi juga cara berbicara seseorang. Kalian bisa melihat detail tentang Soft Skill disini.
Satu syarat penting untuk dapat memiliki kemampuan tersebut adalah : Berani, adalah hal pertama yang harus dimiliki. Coba aja dulu, mikirnya belakangan. Jangan banyak ngeles.
Sebenarnya hanya itu yang paling penting, semuanya akan terbiasa nantinya jika sudah sering diulangi. Selanjutnya kita bisa mencoba untuk belajar mengatur presentasi dengan baik dalam Public Speaking, ataupun mempelajari bahasa-bahasa asing untuk meningkatkan kemampuan berbicara, kalian dapat membeli buku-buku tentang presentasi atau bahasa asing di toko-toko buku terdekat.
Mungkin itu saja yang bisa saya sebarkan, dibawah ada tulisan lama saya tentang programming yang bisa kalian baca jika tertarik. Terima kasih, I Love Emilia.
Prolog Programming (Opsional)
Untuk belajar programming, sebenarnya hal yang mudah karena resources sudah banyak tersedia di Google. Namun kendala orang orang kita adalah kurangnya kemampuan bahasa inggris yang padahal adalah hal utama pondasi programmer dan kemampuan searching yang mumpuni untuk selalu update teknologi.
Saat ini Kita sudah memasuki era dimana kita tidak bisa lepas dari teknologi, masa ekonomi kreatif ini cukup membuat kita mudah mencari pekerjaan apapun karena semua pekerjaan saat ini di hargai."Kreatifitas dan Kerja Keras" merupakan hal terpenting saat ini. Bayangkan dengan bermodalkan satu laptop yang tersambung internet saja bisa membuat orang berhura hura uang mengalir dan tak perlu berdiri dari rumah.
"Tapi saya bukan dari jurusan IT ataupun jago komputer?”
Well, mari kita lihat ke belakang sedikit, ada seorang bernama Iskandar Soesman (Sarjana Sosiologi) berhasil membuat Framework PHP bernama Panada yang saat ini di pakai oleh website Kompasiana dan Detik.
“What? Sarjana Sosiologi?” Yap, ia tak memiliki latar belakang IT seperti para sarjana pulang-pergi-makan-ngampus dan skripsi nyewa teman. Tapi ia bisa menjadi seorang yang handal di Dunia Digital Indonesia! Ada banyak cerita menarik lainnya, seperti founder facebook Mark Zuckerberg, atau Bill Gates, atau Larry Page, atau  Achmad Zacky, atau William Tanuwijaya, atau Founder Kitabisa.com yang seorang desainer namun kita bahas lain kali.

Jenis-jenis Programmer / Developer Berdasarkan Produknya
1. Web Developer
Dari bagian depan tulisannya aja udah ketara yak, Pengembang Web atau Programmer Web. Sederhananya seperti ini, kalau web developer itu bikin Website dan fokusnya hanya pada teknologi Web. Berikut beberapa sub kategori web developer :
Full-stack Web Developer Adalah pengembang web yang mempelajari segala aspek yang berhubungan dengan web dari dasarnya hingga tingkat lanjut seperti : Server-side Programming, Web Services, Web Socket, RESTFUL API, UI/UX, Design Pattern, Security, Web Scraping, Web Framework, Database Management.
Front-end Web Developer Adalah pengembang web yang mempelajari aspek dasar berhubungan langsung dengan pengguna. Sub-kategori ini menguasai kemampuan seperti : UI/UX, Design, Accessibility, JSON & XML, Javascript, AJAX.
Back-end Web Developer Adalah pengembang web yang mempelajari aspek dasar berhubungan dengan server dan database. Biasanya pengembang ini paham betul apa yang akan di lakukan rekan kerjanya yaitu Front-end Developer. Sub-kategori ini menguasai kemampuan seperti : Server-side Programming, RESTFUL API, Design Pattern, Web Socket, Database Management.
2. Game Developer
Pengembang ini fokus untuk membuat Game, ya iyalah namanya juga Game Developer. Apa yang ia pelajari? tergantung orangnya mau bikin untuk platform apa. Biasanya orang mulai dari RPG Maker terlebih dahulu atau Flash, selanjutnya sudah ada teknologi teknologi canggih seperti Unreal Engine, AutoDesk, Unity. Saat ini Game Developer sedang gencar gencarnya membuat game Android, VR dan AR.
3. Software Developer (Desktop)
Aplikasi canggih seperti Adobe Photoshop, Corel Draw, atau Sistem Operasi Distro Kali Linux, Ubuntu, dll. Siapa yang membuatnya? orang orang gila yang otaknya isi kodingan semua. Pengembang perangkat lunak (Software Developer) fokus untuk membuat software software biar kalian update terus itu sistem nya dan makin canggih aplikasinya. Beberapa hal yang di kuasai kategori ini : Bahasa Pemograman (Java,C++,C#,dan lain lain), System Design,dll.
4. Mobile Developer
Adalah pengembang platform untuk Perangkat bergerak. Untuk era canggih seperti sekarang, saat ini ada 2 sistem operasi utama yang popularitasnya tinggi untuk platform canggih yaitu Android (Linux), iOS (Mac). Kita bahas dua saja karena untuk Platform mobile Windows kurang dominan di pasar saat ini dan saya malas bahasnya juga.
Android Developer Merupakan pengembang platform perangkat bergerak berbasis sistem operasi Android. Android sendiri merupakan distro linux yang open source dan pengembang biasanya sangat memfavoritkan ini karena itu. Beberapa hal yang di kuasai sub kategori ini : Android Arsitektur, Linux Shell, Pembuatan Aplikasi (Java).
iOS Developer Merupakan pengembang platform perangkat bergerak berbasis sistem operasi iOS yang di buat oleh Apple. iOS sendiri di tulis dengan bahasa pemograman C,C++, Objective-C dan Swift.
5.IOT Developer
Adalah pengembang hardware dan software untuk membuat produk yang tersambung dengan Internet. Contohnya teknologi Smart City seperti di Bandung dan Jakarta atau Mobil modern. Biasanya untuk pemula memulainya dari Arduino.
Dikutip dari Note fb Arbiyanto Wijaya

1 komentar:

avatar


Fastidious replies in return of this question with real arguments and telling everything on the topic of that. outlook 365 sign in

Click to comment